Jikalau Siddharta belajar Alkitab (1)

Banyak pendapat umum mengatakan agama Buddha lebih dahulu daripada agama Kristen. Ini hanya setengah kebenaran saja. Karena tiang pancang tonggak utama kekristenan sudah ditancapkan sejak kitab Ayub ditulis sekitar 4000 tahun yang lalu, bahkan sejak Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, Kristus Sang Mesias sudah dinubuatkan akan dilahirkan untuk menebus umat manusia.

Kejadian 3:15. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Jadi, saat Siddharta lahir, Alkitab Pejanjian Lama kemungkinan sudah selesai semua dan sudah dituliskan Ratusan nubuat yang menunjuk kepada kedatangan Mesias, Tuhan Semesta Alam, untuk menjenguk umatNya.

Jika saja Siddharta benar-benar mencari kebenaran dan mengejarnya hingga ke Israel, membaca Alkitab yang Tuhan berikan sebagai petunjuk, maka Siddharta tidak perlu menghabiskan waktunya dalam kesia-siaan bertapa bertahun-tahun menahan lapar tanpa pengertian apa yang diinginkan.

Pengkotbah 1
1. Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
2. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.
3. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?
4. Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
5. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.

Salomo, manusia paling berhikmat sepanjang masa, sudah mencari dan sudah menuliskan apa yang dicari Siddharta ratusan tahun sebelum dia dilahirkan.

Jika Siddharta mengejar kebenaran seperti mengejar segala harta duniawi, seperti Ratu dari Syeba mengejarnya hingga ke Israel…

1Raja-raja 10
4. Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,
5. makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.
6. Dan ia berkata kepada raja: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu,
7. tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar.
8. Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!
9. Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”

Jikalau Siddharta membaca perkataan Salomo, Pengkotbah yang paling berhikmat sepanjang masa, tentu dia akan mengerti jelas bahwa segala sesuatu sia-sia tanpa Tuhan!

Serial https://denny.wordpress.com/tag/belajar-buddha/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s