Agama duniawi bicara tentang hal-hal duniawi

Apa beda kotbah Mario Teguh dengan kotbah motivator dengan kotbah biksu dengan kotbah pendeta?
Bisa disimpulkan, semua pengkotbah agama duniawi hanyanya mengkotbahkan humanisme, pragmatisme, hal-hal duniawi yang sia-sia. Kesehatan, kemakmuran, perdamaian semu.

Dunia menyebarkan berita bohong tentang persatuan, kesatuan, perdamaian yang fana dan semu tanpa memperdulikan kebenaran yang kekal. Ekumenisme, persatuan sebagai tujuan akhir dengan menghalalkan segala cara. Termasuk menginjak-injak kebenaran, membangun babel besar.

Persis seperti sudah dinubuatkan Tuhan yang Maha Benar dalam Alkitab, satu-satunya Firman Allah yang Benar.

2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Kebenaran adalah musuh ekumenisme. Alkitab, satu-satunya kebenaran, diserang dengan segala cara, dengan terjemahan-terjemahan sesat. Orang-orang yang mempercayai alkitab di seluruh dunia adalah korban penganiayaan, pembantaian sepanjang sejarah manusia.

Penganiayaan dilakukan hitler, katolik (ibu wanita-wanita pelacur, wahyu 17), kalvin dan zwingli (anak-anak pelacur, wahyu 17), dan pejihad-pejihad. Jumlah korban orang percaya (hampir) menyamai (melampaui) korban perang dunia.

Mereka ingin hidup semau mereka. Mereka ingin mendengar khotbah, tetapi bukan khotbah yang benar. Mereka tidak ingin mendengar teguran atas dosa ataupun doktrin yang benar. Mereka mau mendengar “hal-hal yang manis” yang menghibur mereka tidak peduli bagaimana cara mereka hidup, dan yang tidak akan mengganggu rencana-rencana mereka. Mereka menginginkan allah, tetapi bukan “Yang Mahakudus Allah Israel.” Mereka lebih suka mendengar hal-hal yang “semu” daripada kebenaran.
http://graphe-ministry.org/articles/2015/06/katakanlah-kepada-kami-hal-hal-yang-manis/

5. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.

4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”
6. Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s