Menantang Dewa Dewi

Melawan kesia-siaan penyembahan berhala kepada dewa dewi, patung-patung tipuan yang bisu tuli.

Pemimpin wanita Kapiolani, sepupu dari Raja Kamehameha I, pada tahun 1824, melawan dewi gunung berapi Pele dengan cara mengucapkan doa Kristen, memanjat turun ke liang lava dan kembali lagi tanpa celaka, lalu memakan buah Ohelo yang terlarang. Pemimpin wanita Kapiolani memuji ‘satu-satunya Allah sejati,’ dan menyatakan, ‘Yehovah adalah Allahku. Dialah yang menyalakan api ini. Saya tidak takut Pele. Semua dewa dewi Hawaii adalah sia-sia.’

http://graphe-ministry.org/articles/2015/06/ratu-hawaii-yang-melawan-dewa-gunung-berapi/

Ratu Hawaii sudah bertobat dari dewa dewi tipuan, berhala yang sia-sia.

Anda pun dapat bertobat, kembalilah kepada satu-satunya Tuhan Yang Benar! Menjauhlah dari dewa dewi, patung-patung tipuan yang sia-sia, baik yang kotak ataupun yang botak, baik yang kurus ataupun yang gendut, baik yang ganteng ataupun yang cantik, semua itu patung bisu tuli yang sia-sia.

Janganlah terus mendurhakai Tuhan Semesta Alam yang sudah memberimu nafas.

 

4. Janganlah kamu berpaling kepada berhala-berhala dan janganlah kamu membuat bagimu dewa tuangan; Akulah TUHAN, Allahmu.

17. dan kamu sudah melihat dewa kejijikan dan berhala mereka, yakni kayu dan batu, emas dan perak itu, yang ada terdapat pada mereka.

16. Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian,

21. Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.

19. Tidak ada yang mempertimbangkannya, tidak ada cukup pengetahuan atau pengertian untuk mengatakan: “Setengahnya sudah kubakar dalam api dan di atas baranya juga sudah kubakar roti, sudah kupanggang daging, lalu kumakan. Masakan sisanya akan kubuat menjadi dewa kekejian? Masakan aku akan menyembah kepada kayu kering?”

8. Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. —

20. Mereka menghiasi dirinya dengan emas dan peraknya dan kepermaian perhiasan ini membawa mereka dalam kecongkakan. Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji dan dewa-dewanya yang menjijikkan; oleh sebab itu Aku akan menjadikan emas dan peraknya cemar bagi mereka.

19. Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung bumi serta berkata: “Sungguh, nenek moyang kami hanya memiliki dewa penipu, dewa kesia-siaan yang satupun tiada berguna.

7. Dan Aku berkata kepada mereka: Biarlah setiap orang membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s