Menghargai Perbedaan atau Menyatakan Kesalahan?

Ayah: nak, gimana nih… matematika kamu nol lagi nih

Anak: itu gara-garanya bu guru tidak menghargai pendapatku

Ayah: maksudnya gimana?

Anak: kan saya tulis 1+1=3 dan bu guru bilang itu salah

Ayah: bu guru benar nak, yang benar itu 1+1=2

Anak: tuh ayah juga gak mau menghargai pendapatku. kalo saya percaya 1+1=3 gimana

Ayah: nak, kamu salah percaya. iman yang benar itu harus mengerti dan memahami dengan benar, jangan sembarangan percaya buta saja

Anak: tapi itu iman saya, ayah harus menghargai sesama. kan itu yang ayah ajarin sendiri

Ayah: menunjukkan yang benar dan menyatakann yang salah adalah bentuk penghargaan
coba kamu jelaskan bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan 1+1=3

Anak: itu iman saya yah. jangan mempertanyakan iman orang, gak sopan

Ayah: iman yang benar harus dengan pengertian dan pemahaman, menggunakan otak dan akal sehat.
coba pikirkan lagi dan jelaskan bagaimana 1+1=3

Anak: saya gak ngerti yah…

Ayah: kalo sembarangan percaya tanpa mengerti, memahami, apalagi menjelaskan itu namanya iman buta.
sekarang kamu perhatikan ayah jelaskan bagaimana dan mengapa 1+1 harus dan hanya bisa = 2 saja

(…. bagian penjelasan matematika ini dipotong karena akan memakan waktu terlalu lama🙂 )

Akhirnya…

Anak: jadi ayah mau memaksakan iman ayah kepada saya?

Ayah: ???

Anak: mengapa ayah tidak bisa menghargai sesama? cuman bisa omong doank…

Ayah: ayah ingin kamu beriman dengan benar, mengerti dan memahami dengan benar apa yang kamu imani, mengapa mengimani itu, mengapa tidak mengimani yang lain,
mengapa hanya 1+1=2 saja satu-satunya iman yang benar untuk matematika desimal
mengapa kamu percaya saya ayahmu, mengapa tidak percaya tetangga sebelah ayahmu,
mengapa harus percaya Tuhan, mengapa tidak menjadi atheis,

Anak: saya sudah beriman ‘yah. hargailah sesamamu.

Ayah: kamu tidak bisa menjelaskan imanmu dengan benar, bagaimana dan mengapa kamu beriman seperti itu?

Anak: bapak kok ngotot banget sih…. ini namanya memaksakan kehendak….
saya gak mau bahas ini lagi!

Ayah: baiklah, kita bahas yang lain…
coba kamu jelaskan bagaimana dan mengapa tuhanmu mau kamu sujud kepada yang kotak atau kiblat kepada yang botak itu? padahal Alkitab, satu-satunya Firman Tuhan yang Maha Kuasa jelas dan tegas melarang itu.

(!?!? oops… topiknya apa nih…)

anyway….

jika ingin mengerti dan memahami iman yang benar, dengan benar, menggunakan otak dan akal sehat,
datanglah…

https://www.facebook.com/events/935888279808119/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s