Suatu hari di Bandar Alkitabiah.org

Setelah stress di Kafetaria Kalvin, sekarang kita mengunjungi Bandar Alkitabiah.org

predestinasi alkitabiah.org

Alkitabiah: Selamat siang, kami ada promo, HANYA JIKA anda membeli Roti Kebenaran,
anda dipredestinasikan untuk mendapat Air Kehidupan sepuasnya refill.
Selain itu, dipredestinasikan mendapat Cawan Murka Allah

Hanya ada 2 pilihan:

  • Yesus Kristus yang adalah Kebenaran yang memerdekakan, Injil yang menyelamatkan jiwa dari hukuman kekal
  • Semua pilihan lain sangat amat pasti akan mendapatkan Cawan Murka Allah yang Maha Adil yang harus menghukum setiap dosa.

Yoh 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh HIDUP yang KEKAL, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia TIDAK AKAN melihat hidup, melainkan MURKA Allah tetap ada di atasnya.

Suatu hari di Kafetaria Kalvin

Calvin(ist) Cafe

Kalvinis: Mau pesan apa?

Pelanggan: Pesan Nasi Goreng dan Es Kelapa donk…

Kalvinis membawa pesanan: Ini Burger dan Lemon tea

Pelanggan kebingungan: Tapi itu bukan pesanan saya

Kalvinis: Maaf, anda sudah di predestinasikan untuk mendapat Burger dan Lemon tea
dan harganya dua ratus ribu dan kami hanya menerima cash

 

setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri

Hakim-hakim 17:6 … setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Mulai dari pasal 17 Hakim-hakim menceritakan kekacauan di Israel. Kekacauan yang mungkin lebih mengerikan daripada apa yang terjadi di Sodom Gomora sebelum dihakimi Tuhan.

Dan ayat 17:6 ini memberikan alasan penyebab kekacauan ini. Hingga pasal terakhir, ayat ini diulang kembali mempertegas apa penyebab kekacauan ini, yaitu setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Hakim-hakim 21:25  … setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Padahal Musa sudah sangat wanti-wanti memperingatkan agar umat Israel mentaati perintah Tuhan.

Ulangan 11:26-28 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.
Ulangan 12:8 Jangan kamu melakukan apa pun yang kita lakukan di sini sekarang, yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar.

Hanya Tuhan sendiri saja yang berhak menetapkan tatacara beribadah kepada Tuhan yang benar. Bukan mau-maunya tiap manusia melakukan apa yang dipandang benar yang malahan seringkali melawan perintahNya.

Amsal 20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Setialah dan taatilah perintahNya dan jauhilah patung-patung yang dibenciNya.
Ketidaktaatanlah sumber utama kekacauan dunia ini dan menjauhkan manusia dari Sang Pencipta dan Hakim yang Adil.

Tuhan sebagai Hakim Yang Maha Adil

Salah satu perbedaan utama Alkitab dengan semua kitab-kitab ‘suci’ lainnya adalah bahwa HANYA di Alkitab saja yang jelas menampilkan Tuhan sebagai Hakim yang Maha Adil yang HARUS menghakimi semua dan setiap dosa.

Banyak agama-agama duniawi menampilkan Tuhan Yang Baik, bahkan beberapa universalisme menampilkan ‘tuhan’ yang dengan mudah mengampuni segala dosa tanpa penghakiman yang adil.

Banyak manusia biasanya dengan sangat gembira langsung menyambut kesesatan ini tanpa berpikir panjang.

Coba kita pikirkan dengan akal sehat dan logika…

Contoh di pengadilan manusia saja. Misal ada seorang hakim yang ‘baik’ yang tanpa pandang bulu ‘mengampuni’ semua pencuri, penjahat, perampok, pemerkosa dan pembunuh dan semua dibebaskan dari hukuman. Saya rasa tidak seorang pun yang mau menggunakan akal sehatnya mengatakan hakim ini hakim yang baik.

Beberapa agama lainnya menggunakan ‘timbangan’ untuk menimbang amal perbuatan baik versus perbuatan jahat. Dan ini pun berhasil menipu dan menyesatkan banyak orang.

Coba kita pikirkan sekali lagi dengan contoh hakim yang lain…

Misal ada hakim yang lain yang menimbang-nimbang amal perbuatan baik seseorang dengan kejahatannya. Mungkin seorang pencuri yang baik bisa dia bebaskan. Tapi…. bagaimana cara menimbangnya? Apakah ada timbangan yang bisa menimbang amal versus kejahatan? Apakah ukurannya?

Lalu bisakah perampok Robin Hood atau koruptor Gayus Tambunan menggunakan hasil koroupsi/rampokannya untuk amal perbuatan baik agar timbangannya positif? Adakah keadilan dapat diterapkan dengan cara ini? Keadilan bagi siapa? Keadilan bagi yang menerima pembagian hasil rampokan? Adakah keadilan bagi yang dirampok?

Hanya Alkitab saja yang jelas dan tegas menunjukkan Keadilan Penghakiman dari Tuhan yang Maha Adil.

https://denny.wordpress.com/tag/penghakiman-adil/

pengadilan adil

.. buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu… Qs Al Baqarah 2:23

wa-in kuntum fii raybin mimmaa nazzalnaa ‘alaa ‘abdinaa fa/tuu bisuuratin min mitslihi waud’uu syuhadaa-akum min duuni allaahi in kuntum shaadiqiina

[2:23] Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Qs Al Baqarah 2:23

buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu

Anda berbicara tentang sebuah karya yang menceritakan mitos-mitos kuno, dan yang pada saat yang sama penuh dengan kontradiksi dan tidak mengandung informasi atau penjelasan yang berguna. Kemudian Anda mengatakan: “Buatlah yang seperti itu”?!
— Muhammad ibn Zakariya Razi. Pakar, Dokter, Ahli Kimia, Filosof, Ilmuwan.

Coba bayangkan… ibaratnya JK Rowling atau Steven Spielberg menantang anda, coba buatlah satu yang seperti saya” dan karena anda tidak sanggup membuatnya lalu apakah anda harus menerima tulisannya sebagai firman Tuhan???

Para Ulama “yang kebingungan” pun Membantah bahwa Injil adalah Kitab Yang Bohong dan Menyesatkan

Percaya kepada kitab-kitab suci sebelum Al-Quran sebenarnya adalah satu dari sekian hal yang wajib diimani komunitas Muslim. Sebagian ulama hanya membatasi iman pada dua kitab suci seperti Taurat dan Injil (alkitab), tapi sebagian lain memasukkan kitab suci di luar Taurat dan Injil.

Perbedaan pandangan ini misalnya dirangkum secara sangat baik oleh Mun’im Sirry dalam bukunya, Polemik Kitab Suci (Gramedia, 2013). Dalam buku itu, ia memberi sejumlah contoh.
Mufasir modern asal Suriah, Jamal al-Din al-Qasimi, misalnya, berpendapat bahwa yang diselewengkan adalah penafsiran atas Taurat dan Injil, sementara teksnya masih bisa diyakini kebenarannya. Untuk mengukuhkan pandangannya itu, al-Qasimi mengutip sejumlah mufasir klasik terkemuka, seperti Ibn Katsir dan Ibn Jarir al-Thabari.
Al-Qasimi menunjukkan bahwa Ibn Katsir menggunakan ‘yuharrifunahu’ dalam arti ‘mereka menafsirkannya (kalam ilahi) berbeda dengan makna yang sebenarnya’, sementara Tabari menyebutkan bahwa ‘yuharrifunahu’ berarti mereka menukar makna dan penafsirannya, dan mengubahnya.
Al-Qasimi juga menyandarkan pandangannya kepada sarjana Muslim abad pertengahan, Ibn Taimiyah. Sebelum memulai pendapatnya, Ibn Taimiyah –ulama yang fatwa-fatwanya selalu menjadi rujukan kelompok konservatif bahkan radikal—mendedah sikap ulama yang secara umum terbagi menjadi dua kelompok yang saling berhadap-hadapan: sebagian berpandangan tak ada lagi teks dalam alkitab yang bisa dipertanggungjawabkan keasliannya, dan sebagian lain berpandangan sebaliknya. Mereka yang berpandangan sebaliknya itu merujuk Al-Quran, “Katakanlah: Bawalah Taurat, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar” (Al Imron: 93).

Meski menyangsikan keotentikan alkitab, tapi bukan berarti Rida tidak mengakui validitas ajaran Yahudi. Menurut Rida, subtansi ajaran Yahudi tetap harus diakui dan tidak menyimpang, selama petunjuk dari ajarannya terus terpelihara. Untuk menguatkan pendapatnya itu, Rida mengutip Al-Quran yang berbunyi, “…. Mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya ada hukum Allah….” (al-Maidah: 43).
Validitas ajaran Kristen juga tetap diakui Rida. “Mereka memiliki keuntungan dari mengetahui wahyu orang Yahudi (Taurat) dan perintah dari Nabi-Nabi lainnya serta ajaran Yesus yang mereka miliki. Lebih jauh lagi, semangat dakwah juga ada di antara mereka,” tulis Rida.

Begitu kebingungannya para ulama “menyangsikan” tetapi sekaligus “mengakui validitas” pengajaran Yahudi 🙂

Allah itu Sang Pencipta. Berhala itu Ciptaan Manusia.

Mazmur 115:1-8 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!
Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: “Di mana Allah mereka?”
Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,
mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.
Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.