Sejarah India, dari negara Islam menjadi negara adidaya

In 1398, an heir of Genghis Khan was Timur, or Tamerlane, called the “Sword of Islam.” He conquered into India, killing an estimate 17 million. Tamerlane’s autobiographical memoir, “Malfuzat-i-Timuri,” composed in the Chaghatai Mongol language and translated into Persian by Abu Talib Husaini, stated: “About this time there arose in my heart the desire to lead an expedition against the infidels, and to become a ghazi, for it had reached my ears that the slayer of infidels is a ghazi, and if he is slain he becomes a martyr. It was on this account that I formed this resolution, but I was undetermined in my mind whether I should direct my expedition against the infidels of China or against the infidels and polytheists of India. …”

Read more at http://www.wnd.com/2017/12/india-from-brutal-muslim-butchery-to-global-superpower/

Tahun 1398, pewaris Gengis Khan adalah Timur, atau Tamerlane, yang disebut juga “Pedang Islam.” Dia menjajah hingga India dan membunuh sekitar 17 JUTA. Otobiografi Tamerlan, “Malfuzat-i-Timuri,” ditulis dalam bahasa Chaghatai Mongol dan diterjemahkan kedalam bahasa Persia oleh Abu Talib Husaini, mencatat: “Sekitar waktu ini timbul dalam hatiku keinginan untuk memimpin ekspedisi melawan kafir dan menjadi ghazi, karena telah saya dengar bahwa seorang ghazi adalah pembantai kafir, dan jika dia terbunuh dia menjadi martir. Karena ini saya membuat keputusan ini, tetapi saya tidak bisa menetapkan pikiran apakah saya harus mengarahkan ekspedisi melawan kafir China atau kafir dan politeis India.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s