Paus diam-diam memotong sanksi terhadap biarawan pedofil

(Associated Press) Pope Francis has quietly reduced sanctions against a handful of pedophile priests, applying his vision of a merciful church even to its worst offenders in ways that survivors of abuse and the pope’s own advisers question.

via http://www.wnd.com/2017/02/pope-quietly-trims-sanctions-for-pedophile-priests/

Paus Francis diam-diam mengurangi sanksi terhadap banyak biarawan pedofil (kasus pelecehan seksual terhadap anak kecil) menerapkan visinya tentang gereja yang pemaaf bahkan terhadap pelanggar terberat dalam hal korban dan pandangan penasihat paus sendiri.

Dua ratus orang lebih terluka saat 1,5 juta orang Filipina mengarak patung berhala di Manila

MANILA — Over 200 were injured on Monday as an estimated 1.5 million Filipinos sought to press up against a centuries-old statue of Christ that was marched through the streets of Manila as part of an annual Roman Catholic celebration called the Feast of the Black Nazarene. As previously reported, Catholics in the country, some holding rosaries,… […]

via Over 200 Injured as 1.5 Million Filipinos Throng ‘Healing’ Idol Marched Through Streets — 1 Way 2 Yahweh

Lebih dari 200 orang terluka pada hari senin saat 1,5 juta orang Filipina berusaha mendekati patung berhala yang diarak melalui jalan-jalan di Manila sebagai perayaan tahunan Roma Katolik yang disebut festival Black Nazarene. Banyak umat katolik sambil memegang rosario, spanduk dan/atau kain berusaha menyentuh berhala yang dipercaya dapat menyembuhkan atau memberi keberuntungan.

46 laporan pelecehan seksual oleh biarawan katolik dalam dua bulan

http://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=21839

LTRP Note: This news story is another reminder that untold numbers of children have been and continue to be sexually abused (and not just in the Catholic Church) around the world. It’s an epidemic that still remains hushed in many cases today. Let us not forget that the power of sexual abuse lies in its secrecy. May we, as Bible-believing Christians, do our part to protect children. If you have never read Seducers Among Our Children by Investigative Sergeant Patrick Crough, we highly recommend it. Crough, a Lighthouse Trails author, is a devoted believer in Christ and a defender of children. His book is a vital resource in knowing how to protect children from sexual abuse.

Markus 9:42. “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

43. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;

44. (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)

45. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;

46. (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)

47. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,

48. di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

Paus mengumumkan penambahan kuasa bagi biarawan untuk mengampuni aborsi

The letter continues: “May every priest, therefore, be a guide, support and comfort to penitents on this journey of special reconciliation. “I henceforth grant to all priests, in virtue of their ministry, the faculty to absolve those who have committed the sin of procured abortion.”

http://www.nowtheendbegins.com/hocus-pocus-pope-francis-extends-priests-power-forgive-abortions/

Surat resmi dari Paus tertulis: “Dengan ini saya memberikan kuasa kepada semua biarawan dalam pelayanan mereka kuasa untuk mengampuni orang yang melakukan dosa aborsi”

 

Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan yang Maha Adil akan menghukum semua dosa. Dan hanya karena Yesus Kristus datang untuk dihukumkan atas segala dosa kita, menggantikan kita dihukum diatas salib, hanya didalam Kristus saja-lah orang bisa mendapat pengampunan dosa.

https://yesustuhan.wordpress.com/tag/keselamatan

Paus mengakui Islam tidak lebih kejam daripada Katolik

“If I speak of Islamic violence, I have to speak of Catholic violence. Not all Muslims are violent.”

Paus Francis mengatakan: Jika saya membicarakan kekejaman Islam, saya harus membicarakan kekejaman Katholik. Tidak semua Muslim kejam.

INFALLIBLE TRUTH: Pope Francis Says That Islam Is No More Violent Than Roman Catholicism

Barangkali Paus sedang mengingat kekejaman Romawi antara tahun 33M hingga tahun 325M yang dengan kejam membantai orang-orang Kristen. Atau seribu tahun pembantaian pada masa kegelapan sejak tahun 476M. Atau masa Inkuisisi dimana Katolik membantai jutaan umat Kristen karena menolak menyembah kepada patung-patung pagan Katolik.

Peristiwa manapun yang terlintas dalam pikirannya, untuk kali ini pengakuan Paus ini lumayan agak tepat.

Tetapi satu hal yang tidak sanggup dibedakan oleh Paus dan juga oleh manusia duniawi adalah perbedaan antara pribadi dan pengajaran.

Secara pribadi, orang per orang, banyak orang baik dan jahat yang beragama katolik ataupun islam ataupun semua agama lainnya.

Tetapi, secara pengajaran, hanya alkitab saja satu-satunya yang mengajarkan kebenaran dan moral tertinggi: mengasihi dan mendoakan musuh, berbuat kepada orang lain apa yang kita ingin orang lain perbuat bagi kita, monogami, dst.

Dan kekejaman katolik sendiri adalah akibat tidak mau mentaati pengajaran alkitab.

Banyak kitab lain mengajarkan sedikit kebaikan, tetapi tidak ada kitab yang mengajar monogami ataupun mendekati moral tertinggi yang diajarkan alkitab.
Kitab lain bahkan mengajarkan untuk membunuh dan memenggal orang-orang yang tidak sepaham, kapanpun dan dimanapun.

Jika saja semua orang mentaati pengajaran moral alkitab, tentu saja tidak akan ada pembunuhan ataupun peperangan atau bahkan melukai sesama manusia.

Dan kita belum membahas pengajaran penyembahan Tuhan yang benar…

Imam katolik dilarang berduaan dengan anak kecil untuk mencegah tindakan pelecehan

Catholic priests in Montreal will be banned from being alone with children to provide a “safety net” against allegations of abuse.
But Carlo Tarini, representing survivors of abuse by priests, said the move was “too little, too late”, and the church was trying to protect itself from legal action. In February, the church agreed a $30m settlement after around 150 people claimed they had been abused by the Clerics of St Viateur, who ran a school for deaf children in Montreal between 1940 and 1982. The policy was dismissed as “window dressing” by David Clohessy of the US-based Snap (Survivors Network of those Abused by Priests).

Menurut Carlo Tarini yang mewakili korban pelecehan oleh imam katolik mengatakan tindakan ini “terlalu kecil dan terlalu terlambat” dan gereja katolik sedang memproteksi diri dari tindakan hukum. Pada bulan februari, gereja katolik setuju membayar 30 juta dolar setelah 150 orang menuntut sebagai korban pelecehan oleh imam di St Viateur yang mengelola sekolah bagi anak tuna rungu di Montreal antara tahun 1940 dan 1982. Peraturan ini dianggap sebagai kedok oleh David Clohessy dari Snap (Jaringan korban pelecehan oleh imam)

Catholic Priests In Montreal Banned From Being Alone With Children

Virginia Raggi to pursue up to £310 million in allegedly unpaid taxes on the Vatican’s real estate holdings

Virginia Raggi, Mayor perempuan pertama di Roma, akan mengejar penggelapan pajak senilai 310 juta pound-sterling oleh Vatican dan kroninya.

Raggi has pledged to tackle corruption in the city and, in an interview with the Guardian, said she intended to take on the Catholic church.

The newspaper reports that she wants to pursue up to £310 million in allegedly unpaid taxes on the Vatican’s real estate holdings and some of its assets.

She has claimed that previous administrations have been afraid to take on the Vatican over the issue.

History Made As Rome Elects Virginia Raggi, First Female Mayor Since It’s Founding On April 21, 753 B.C.