Soft Separatism: Separasi Loyo.

Alasan lain mengapa saya percaya bahwa rata-rata Gereja Baptis Fundamental akan mengarah ke jalan ‘emerging‘ (red. yaitu gereja liberal yang mengabaikan batas doktrin teologi) dalam kurun 10-20 tahun adalah karena kecenderungan soft separatism (red. separasi loyo yang tidak sanggup bertahan dalam kebenaran).

Soft-separatism adalah separasi yang tidak sanggup melindungi umat Tuhan dari bahaya rohani. Hal ini ditandakan dengan pengakuan separasi tetapi melakukan tindakan yang menyebabkan separasi tidak efektif, misalnya dengan berfokus kepada kebenaran positif dan menghindari negativisme dan kritik, menghindari berurusan dengan hal pribadi dan menolak untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang bertentangan jalan untuk membuang ragi kompromi dari kehidupan pribadi, keluarga dan jemaat dan bermain-main dengan bahaya seperti penulis/pengarang buku yang kompromis.

Soft-separatism lebih memperdulikan bahaya ‘fragmentasi’ (terpisah) dan lebih menginginkan persatuan dan kebersamaan dengan saudara-saudara daripada berdiri teguh dalam kebenaran jika itu menyebabkan perpecahan.

Selain itu seringkali orang tidak terlalu mengerti apakah obyek separasi dan sering terkecoh jika kita separasi kita jadi hidup sendiri dan tidak bisa / tidak boleh bergaul dengan orang lain, lalu bagaimana menginjil?

Untuk itu perlu sangat amat mengerti subyek dan obyek separasi.
subyek separasi adalah masing-masing pribadi dan juga secara jemaat.
obyek separasi adalah moral, dosa dan kesesatan doktrin

moral dan dosa: setiap jemaat – baik secara pribadi maupun secara jemaat – harus terpisah dari segala tindakan tidak bermoral dan segala perilaku dosa
doktrin: baik secara pribadi maupun secara jemaat harus terpisah dari kesesatan doktrinal

salah satu penyebab banyak diterapkan soft-separatism adalah kesulitan mengidentifikasi subyek dan obyek separasi.

Sumber:
http://www.wayoflife.org/reports/soft_separatism.html
http://yesustuhan.wordpress.com/tag/separasi

Statistik menunjukkan umat Kristen sebagai yang paling dianiaya diseluruh dunia

Sangat amat lumrah dan biasa terjadi jika seorang menjadi Kristen, dia akan dikucilkan oleh keluarganya, diusir oleh orang-tuanya atau bahkan oleh anak kandungnya sendiri.

Dan di beberapa negara dengan hukum syariah bahkan melegalkan dan menghalalkan untuk membunuh keluarganya hanya karena pindah agama.

Hanya kekristenan yang benar yang menjunjung tinggi karunia Tuhan yang memberikan kebebasan hati nurani untuk memutuskan sendiri memilih apakah memihak atau menolak kebenaran Tuhan dalam alkitab dan tetap mengasihi bahkan orang-orang yang memusuhi kebenaran.

http://www.breitbart.com/london/2016/12/28/christians-persecuted-religion-world-according-new-study/

Matius 5
10. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Bahaya tidak mengajarkan persepuluhan alkitabiah

Seringkali gembala kurang berani mengajarkan ataupun mengkotbahkan persepuluhan, mungkin karena takut di-cap ‘mata duitan’ atau takut jemaat ‘kabur’ atau hal-hal lain semacam ini.

Tetapi sebaliknya, hal-hal yang ditakutkan tsb justru bisa terjadi karena jemaat tidak mengerti dan tidak diajarkan persepuluhan alkitabiah dengan benar.

Bahkan ada gembala yang lebih ekstrim sama sekali tidak mau mengajarkan persepuluhan dan bahkan memilih tidak menerapkan persepuluhan. Tetapi tanpa disadari hal ini (tidak menerapkan persepuluhan alkitabiah) adalah bumerang yang membahayakan pelayanan sang gembala itu sendiri.

Gembala yang tidak mau mentaati alkitab dan tidak menerapkan persepuluhan justru mencobai diri sendiri dengan resiko besar hatinya akan menjauh dari Tuhan.
Karena Tuhan sudah memperingatkan!

Ulangan 17:17. Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.

Matius 6:21. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Jika tidak menerapkan persepuluhan alkitabiah justru akan menyebabkan si gembala menumpuk lebih banyak harta di dunia dengan resiko besar menyimpangkan hatinya dari Tuhan.

Seminar: Kedaulatan Allah dan Tanggung Jawab Manusia

  • Apakah keselamatan manusia tergantung pada pemilihan Allah saja?
  • Apakah Allah memilih manusia secara acak?
  • Apakah tidak ada tanggung jawab manusia dalam keselamatan?
  • Apakah manusia diselamatkan hanya oleh iman saja?
  • Apakah tidak ada perbuatan manusia yang membuatnya diselamatkan?
  • Apakah iman termasuk perbuatan?
  • Apakah menjaga tetap iman termasuk perbuatan?

Datang dan periksalah apakah pengajaran sesuai dengan alkitab?
Seminar: Kedaulatan Allah & Tanggung Jawab Manusia dalam Keselamatan

  • Rabu, 17 Agustus, di Jakarta, auditoriium GITS
  • Kontak untuk registrasi: 021-6471-4156 / 0816-1402354 /0897-972-8557
  • Jl. Danau Agung 2, No. 5-7, Sunter| Jakarta 14350, INDONESIA
  • Klik untuk peta: https://goo.gl/maps/uKUxj

 

Seminar Kedaulatan Allah

Apakah Trinitas / Tritunggal berasal dari agama pagan (penyembahan berhala) ??

Mengenali Allah yang Benar dan Hidup yang Kekal!

Hosea 4:6. Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Yohanes 17:3. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

1Yohanes 5:20. Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.