Program Mudah Baca Alkitab Perjanjian Baru Setiap Tahun

Bagaimana bisa selesai membaca Alkitab Perjanjian Baru (PB) dalam setahun dengan mudah?

Kita lihat sedikit data:

  • Setahun ada 365 hari
  • Setahun ada 52 minggu
  • Alkitab Perjanjian Baru (hanya) ada 260 pasal
  • Menurut lembaga riset Childwise, rata-rata anak usia 5-16 tahun, menghabiskan waktu 6,5 jam ‘mempelototi’ layar ponsel setiap hari!
  • Membaca 1 pasal rata-rata hanya membutuhkan sekitar 5-10 menit tergantung kecepatan membaca dan panjang pasal.
  • Ini kurang dari 1% dari 24jam setiap hari !!

Jadi, kalau setiap hari kita baca satu pasal saja sudah pasti dengan mudah menyelesaikan PB dalam waktu kurang dari setahun. Bahkan dalam 3 tahun bisa selesai 4 kali.

Tetapi bagi yang baru mulai membaca, terutama anak-anak, rasanya 1 pasal sehari mungkin agak berat dan seringkali kurang disiplin menyebabkan banyak yang gagal bahkan membaca sekali Alkitab Perjanjian Baru sehingga program membaca menjadi gagal total.

Untuk itu, ada program yang agak sedikit lebih mudah dan dengan cukup banyak hari ‘libur’ dalam program ini, tetapi kita tetap bisa menyelesaikan PB dalam satu tahun.

Berikut program mudah membaca Alkitab Perjanjian Baru Setiap Tahun:

  • Rumusnya adalah 52 x 5 = 260.
  • Membaca 5 pasal setiap minggu.
  • Misal hari Senin – Jumat, baca 1 pasal Alkitab PB.
    Sabtu dan Minggu libur, dan bisa dimanfaatkan jika ada ketinggalan 1-2 hari.
  • Silakan mengatur jadwal anda sendiri, anda bisa mengganti hari libur misalnya menjadi Senin dan Kamis, dsb.
  • Yang terpenting adalah mendisiplinkan diri sendiri.
  • Jika kita disiplin, dijamin dalam setahun selesai membaca PB! Garansi!
  • Setiap tahun selesai 1x PB!
  • Anda bisa mulai HARI INI JUGA!

Jika anda sudah membiasakan diri disiplin, bisa dikombinasikan dengan program lain.

Sangat disarankan mengikuti Program 366 Hari Hidup Bergaul dengan Allah:

366 Hari Hidup Bergaul dengan Allah – Saat Teduh, Renungan Harian, Meditasi Alkitabiah

 

366 Hari Hidup Bergaul dengan Allah

Meditasi Alkitabiah, Renungan Rohani, Saat Teduh, dilengkapi dengan kalender Android dan kalender versi cetak.

• Salah satu faktor kurangnya pengetahuan adalah kurangnya pembacaan dan pembelajaran.
• Selain itu, remaja hanya diajarkan ritualisme tanpa mempunyai hubungan pribadi, bergaul dengan Allah Sang Pencipta.
• Untuk itu perlu ada pembelajaran Alkitab dengan tekun dan serius sambil hidup bergaul dengan Allah.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Mengenai Alkitab saja satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna, tidak ada salah dan tidak bisa salah, atau mengapa semua nabi/rasul hanya boleh dari bangsa Yahudi, dan topik penting lainnya, silakan cek di situs atau hubungi kami untuk Pembelajaran Alkitab yang lebih mendalam.

Baca selengkapnya: Alkitabiah.org/?p=2537

Tritunggal Manusia dan Lagu Indonesia Raya

tritunggal-indonesia-raya

Apa itu tritunggal? Emangnya gk bisa berhitung ya?

1 + 1 + 1 = 3

Untuk mengerti tritunggal harus naik kelas dulu. Jangan mentok belajar perjumlahan saja.
Kalo baru bisa perjumlahan ya susah mengerti perkalian.

Kalo sudah naik kelas baru bisa mengerti perkalian.
(bener2 murni naik kelas kan? bukan terpaksa/kasian di-naik2kan?)

1 x 1 x 1 = 1

1 Manusia = 1 tubuh x 1 jiwa x 1 roh / hati nurani

Mazmur 16:9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Cuplikan Lagu Indonesia Raya

1 … Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya!
2 … Sadarlah hatinya, sadarlah budinya, untuk Indonesia Raya!

Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya!

is.gd/tritunggal

Teroris paling mematikan (Global Terrorism Index 2018)

Dari 18814 pembantaian teroris di seluruh dunia pada tahun 2017, lebih dari setengahnya dilakukan oleh empat kelompok teroris terbesar, yaitu ISIS, Taliban, Al-Shabaab dan Boko Haram.

Menurut data Global Terrorism Index 2018 yang dikompilasi oleh Institute for Economics & Peace (IEP), empat kelompok teroris ini bertanggung jawab atas 10632 pembantaian pada tahun 2017. Teror mereka menyebabkan kekacauan pada beberapa negara yang paling berbahaya di dunia, termasuk Afganistan, Irak, Nigeria, Somalia dan Siria. Dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir mereka melakukan 44% dari semua pembantaian teroris diseluruh dunia.

Statistik lengkap bisa diakses dari:
https://www.forbes.com/sites/dominicdudley/2018/12/05/deadliest-terrorist-groups-in-the-world/

Seminar: Iblis mendirikan Gereja

https://is.gd/seminar_alkitabiah

  • Bagaimana ciri-ciri Gereja yang alkitabiah sesuai dengan satu-satunya Firman Tuhan yang tidak ada salah?
  • Bagaimana ciri-ciri gereja yang didirikan Iblis?
  • Ibarat uang palsu, tentunya Iblis berusaha mendirikan Gereja yang semirip mungkin dengan aslinya supaya semakin banyak yang tertipu.
  • Kenalilah ciri-ciri Gereja yang benar agar anda tidak tertipu dengan yang kw1, kw2, apalagi yang palsu.

Evolusi: Bahkan BUKAN sebuah teori

Banyak orang Kristen menyerang Evolusi mengatakan itu hanya sebuah teori.
Tanpa disadari, ini mendongkrak Evolusi ke tingkat yang tidak sepantasnya.

Sebuah teori bermula dari hipotesa yang adalah asumsi dalam mengamati sesuatu hal, sebuah tebakan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan.
Untuk menguji asumsi ini, ilmuwan akan melakukan serangkaian tes pengujian percobaan untuk mengetahui apakah cocok atau berlawanan dengan hipotesa.

Kemudian sejalan dengan waktu, jika hipotesa bertahan dalam banyak hasil percobaan yang berbeda-beda, barulah hipotesa naik tingkat menjadi teori.
Pada intinya, jika hipotesa tidak bisa dibuktikan salah dengan banyak percobaan selama bertahun-tahun dan tidak ada hipotesa lain yang lebih tepat, maka kita dapat diyakinkan akurasi hipotesa tersebut.

Tetapi teori bukan tidak dapat disanggah. Teori dapat saja disanggah atau bahkan dibuang jika bisa dibuktikan salah.
Contoh bagaimana Louis Pasteur memberi sanggahan:
https://answersingenesis.org/origin-of-life/louis-pasteurs-views-on-creation-evolution-germs/

Kemudian jika teori dapat terus dibuktikan selalu benar, maka naik tingkat lagi menjadi hukum.
Misal: hukum thermodinamika, hukum entropi, hukum gravitasi, dsb.

Setidaknya ada 2 (dua) hal yang menahan Evolusi untuk naik tingkat menjadi teori.

Pertama,
TIDAK PERNAH ada percobaan yang bisa diamati (observable experiment) dalam hal Evolusi.
Ilmuwan bisa saja mengukur tulang, mempelajari mutasi, DNA, morfologi, dst. Tetapi TIDAK PERNAH dapat mengamati ataupun menguji terjadinya evolusi, baik pada masa lampau ataupun saat ini.

Kedua,
yang berhubungan juga, Evolusi tidak mungkin naik tingkat menjadi teori karena semua pengujian yang “katanya” mengkonfirmasi evolusi ternyata tidak ada hubungan/korelasi.
Artinya setiap pengujian bisa saja mengkonfirmasi beberapa hipotesa yang lain juga.

Sebuah teori membutuhkan percobaan yang langsung mengkonfirmasi satu hipotesa yang spesifik itu saja. Jika tidak, maka tidak ada legitimasi untuk menaikkan tingkatnya menjadi teori.

Evolusi sama sekali TIDAK ADA SATUPUN percobaan yang bisa diamati yang langsung mengkonfirmasinya sehingga Evolusi tidak mungkin bisa menjadi teori.

Evolusi adalah hasil imajinasi khayalan yang diciptakan karena alternatifnya adalah menerima fakta bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam semesta dan segala isinya.

Sir Arthur Keith, seorang ilmuwan dan atheis terkemuka merangkum, “Evolusi tidak terbukti dan TIDAK BISA dibuktikan. Kami percaya hanya karena satu-satunya alternatif adalah karya penciptaan Tuhan dan itu tidak terpikirkan”

Ringkasan dari:
https://answersingenesis.org/theory-of-evolution/evolution-not-even-theory/

Penampilan jasmani atau pembangunan rohani?

Mementingkan penampilan lahiriah atau pembaharuan rohani?

2 Korintus 4:16-18 (TB) Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.