Penemuan fosil naga yang hampir utuh

Paleobiologist Jakob Vinther, an expert on animal coloration from the U.K.’s University of Bristol, has studied some of the world’s best fossils for signs of the pigment melanin. But after four days of working on this one—delicately scraping off samples smaller than flecks of grated Parmesan—even he is astounded. The dinosaur is so well preserved that it “might have been walking around a couple of weeks ago,” Vinther says. “I’ve never seen anything like this.”

One unlucky day this landlubbing animal ended up dead in a river, possibly swept in by a flood. The belly-up carcass wended its way downriver—kept afloat by gases that bacteria belched into its body cavity—and eventually washed out into the seaway, scientists surmise. Winds blew the carcass eastward, and after a week or so afloat, the bloated carcass burst. The body sank back-first onto the ocean floor, kicking up soupy mud that engulfed it. Minerals infiltrated the skin and armor and cradled its back, ensuring that the dead nodosaur would keep its true-to-life form as eons’ worth of rock piled atop it.

http://www.nationalgeographic.com/magazine/2017/06/dinosaur-nodosaur-fossil-discovery/

Nodosaurus yang termasuk keluarga Ankylosaurus dengan berat lebih dari 1300 kilogram dan panjang hampir 6 meter ini dikatakan mati sekitar 110 juta tahun yang lalu telah menjadi fosil yang hampir utuh dengan masih ada kulitnya.

Pakar paleobiologis Jacob Vinther yang sudah sering mempelajari fosil dengan tercengang mengatakan begitu terpeliharanya fosil ini “mungkin dinosaurus ini masih berjalan-jalan beberapa minggu lalu” dan katanya, “Saya belum pernah melihat yang seperti ini.”

Dengan ‘kacamata para pakar’ yang ngotot dengan teori evolusi dan jaman dinosaurus yang sudah jutaan tahun lalu, mereka akan pusing kebingungan mencari akal menjelaskan bagaimana mungkin fosil berumur jutaan tahun masih bisa mempunyai kulit yang hampir lengkap dan tidak rusak. Karena kulit termasuk jaringan lunak yang sangat mudah hancur dan sangat tidak mungkin bisa bertahan lebih dari beberapa ribu tahun dalam fosil.

Tetapi dengan kacamata alkitab, kita dengan mudah mengerti kalau sekitar 4000 tahun yang lalu Ayub masih mengenal dan mencatat tentang dinosaurus yang sebagian besar mati dan menjadi fosil pada saat bencana air bah pada jaman Nuh dan tertutup lumpur karena air yang tiba-tiba membanjir seluruh dunia.

Evolusionis kebingungan menemukan jaringan lunak pada fosil dinosaurus berumur ‘jutaan tahun’

Para ‘ilmuwan’ evolusionist kebingungan menemukan soft-tissue (jaringan lunak) pada fosil dinosaurus yang mereka klaim berumur ‘jutaan tahun’.

Tentu saja sangat amat tidak mungkin sekali jaringan lunak bisa bertahan tidak musnah setelah jutaan tahun.

Ini adalah bukti yang sangat jelas bahwa fosil tersebut hanya berumur ribuan tahun saja dan sangat sesuai dengan apa yang sudah dituliskan didalam alkitab dimana Ayub (sekitar 4000 tahun yang lalu) masih mengenal dinosaurus.

http://www.wnd.com/2016/11/scientist-wins-hard-cash-over-soft-tissue-from-dinosaurs/