Perbedaan Kehidupan yang dihasilkan dari perbedaan agama

Alexis de Tocqueville wrote: “Upon my arrival in the United States the religious aspect of the country was the first thing that struck my attention. … In France I had almost always seen the spirit of religion and the spirit of freedom marching in opposite directions. But in America I found they were intimately united and that they reigned in common over the same country. …”

De Tocqueville continued: “The Americans combine the notions of Christianity and of liberty so intimately in their minds, that it is impossible to make them conceive the one without the other. … They brought with them into the New World a form of Christianity which I cannot better describe than by styling it a democratic and republican religion.”

In the 1840s. Alexis de Tocqueville traveled twice to Algeria. He wrote to Arthur de Gobineau, Oct. 22, 1843 (Tocqueville Reader, p. 229): “I studied the Koran a great deal. I came away from that study with the conviction there have been few religions in the world as deadly to men as that of Mohammed. So far as I can see, it is the principle cause of the decadence so visible today in the Muslim world and, though less absurd than the polytheism of old, its social and political tendencies are in my opinion to be feared, and I therefore regard it as a form of decadence rather than a form of progress in relation to paganism itself.”

Baca lengkapnya:
http://www.wnd.com/2017/03/different-religions-vastly-different-outcomes/

Dalam buku ‘Democracy in America’ 1835, Alexis menulis: “Saat saya tiba di US aspek religi negara itu adalah hal pertama yang menarik perhatian saya. … Di Perancis saya hampir selalu melihat semangat religi dan semangat kebebasan berjalan ke arah yang berlawanan. Tetapi di Amerika saya menemukan mereka bersatu dengan intim dan persamaan kekuasaan dalam negara.”

Alexis melanjutkan: “Penduduk Amerika memadukan Kekristenan dengan kebebasan begitu intim dalam pikiran mereka, bahkan tidak mungkin yang satu lahir tanpa yang lainnya. … Mereka membawa kedalam dunia baru sebuah Kekristenan yang tidak sanggup saya jelaskan selain dengan menyebutnya agama yang demokratis dan republik.

Perancis: Seorang pria menggorok leher ayah dan saudaranya

A French Muslim slit the throats of his father and brother Friday on a Paris sidewalk while yelling “Allahu Akbar.” He then knelt and prayed until police came and arrested him.

Paris police urged caution saying they were still trying to determine a motive.

Welcome to politically correct France.

http://barbwire.com/2017/03/19/friday-muslim-blood-sacrifice-two-men-slaughtered-paris/

Seorang muslim Perancis menggorok leher ayah dan saudaranya laki-laki pada hari Jumat di jalan di Paris sambil meneriakkan “Allahu Akbar.” Kemudian dia berlutut dan berdoa hingga polisi datang menangkapnya.

Arab Saudi meresmikan ‘Dewan Wanita’ tanpa wanita

EDITOR’S NOTE: Saudi Arabia, one of the most oppressive regimes in the world on women’s rights and equality, decided to show the world how “open and accepting” they’ve become. So they created a “girl’s council” to discuss “women’s issues”. However, at the kick-off meeting, 13 men controlled the stage, with the women sequestered in a room and only allowed to give input via a video link when the men said it was ok to do so. Ahh, Islam.

http://www.nowtheendbegins.com/saudi-arabia-launches-qassim-girls-council-demands-girls-stay-locked-room/

Arab Saudi, salah satu negara dengan rezim yang paling menindas hak asasi wanita dan kesetaraan, memutuskan untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana mereka ‘terbuka dan menerima’. Mereka menciptakan “dewan wanita” untuk membahas “isu-isu perempuan”. Tetapi, pada saat acara pertemuan, 13 pria menguasai panggung, dengan wanita diasingkan dalam sebuah ruangan dan hanya diijinkan memberikan masukan melalui sebuah link video jika para pria memberi ijin pada mereka. Ahh, Arab Saudi.

Guru PAUD di Amerika menyebarkan kebencian rasial

http://www.wnd.com/2017/02/u-s-muslim-preschool-teacher-urges-kill-some-jews/

A Jew-hating Muslim preschool teacher in South Arlington, Texas, was fired Wednesday after she urged her social media followers to “kill some Jews” and tweeted: “How many Jews died in the Holocaust? Not enough…HAHAHAHA.”

Seorang guru PAUD (pendidikan anak usia dini) muslim yang membenci Yahudi di Arlington selatan, Texas, dipecat hari Rabu setelah dia mendesak pengikut akun sosmed untuk “bunuh Yahudi” dan memposting tweet: “berapa banyak Yahudi yang mati dalam Holocaust? Tidak Cukup… HAHAHA.”

Yesaya 66
5. Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: “Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu!” Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu.

Fakta sejarah Yerusalem: Milik Yahudi ataukah milik Muslim Palestina?

One comparison makes this point most clearly: Jerusalem appears in the Jewish Bible 669 times and Zion (which usually means Jerusalem, sometimes the Land of Israel) 154 times, or 823 times in all. The Christian Bible mentions Jerusalem 154 times and Zion 7 times. In contrast, the columnist Moshe Kohn notes, Jerusalem and Zion appear as frequently in the Qur’an “as they do in the Hindu Bhagavad-Gita, the Taoist Tao-Te Ching, the Buddhist Dhamapada and the Zoroastrian Zend Avesta”—which is to say, not once.

http://www.danielpipes.org/84/the-muslim-claim-to-jerusalem

Satu perbandingan yang paling jelas: Yerusalem tampil dalam Alkitab Yahudi (Perjanjian Lama) sebanyak 669 kali dan kata Zion (biasanya menunjuk kepada Yerusalem, kadang kala kepada tanah Israel) sebanyak 154 kali, atau total semuanya 823 kali. Alkitab Kristen (Perjanjian Baru) menyebut Yerusalem sebanyak 154 kali dan kata Zion sebanyak 7 kali. Sebaliknya, kolumnis Moshe Kohn mencatat, penyebutan kata Yerusalem dan Zion di Quran sama banyaknya dengan kitab Hindu Bhagavad-Gita, kitab Tao-Te-Ching, kitab Buddha Dhamapada dan kitab Zoroastrian Zend Avesta, yaitu tidak ada, sekalipun!

Zakharia 2

8. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu–sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya–:

9. “Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.

10. Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman TUHAN;

11. dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu.” Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

12. Dan TUHAN akan mengambil Yehuda sebagai milik-Nya di tanah yang kudus, dan Ia akan memilih Yerusalem pula.

13. Berdiam dirilah, hai segala makhluk, di hadapan TUHAN, sebab Ia telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang kudus.

Wikileaks: Step-by-step how ISIS incubated

NEW YORK – By piecing together recently revealed WikiLeaks emails with evidence that has emerged over the past several years, it’s become increasingly clear that President Obama and his secretary of state at the time, Hillary Clinton in 2011, armed the Free Syrian Army rebels in an effort to topple the regime of Bashar al-Assad, mirroring a strategy already under way in Libya to help al-Qaida-affiliated militia overthrow Moammar Gadhafi.

http://www.wnd.com/2017/01/step-by-step-how-hillary-obama-incubated-isis/