Kebenaran bersifat eksklusif

Jika seorang guru mengajarkan matematika desimal 1+1=2, maka otomatis dia harus berani mengatakan bahwa SEMUA jawaban selain itu adalah salah dan harus berani tegas mencoret semua jawaban selain itu pada kertas ulangan anak muridnya.

Saat Yesus mengklaim bahwa Dia adalah satu-satunya Jalan dan Kebenaran dan Hidup, maka Dia juga sekaligus mengklaim bahwa SEMUA jalan lain adalah salah!

Yohanes 14:6. Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

KisahParaRasul 4
12. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Saat Yesus mengklaim sebagai Tuhan Yang Esa, Allah Yang Kekal, yang berkuasa atas alam semesta, maka Dia juga mengklaim bahwa semua yang lain yang disebut ‘ilah’ ‘allah’ ‘alloh’ atau ‘tuhan’ adalah salah!

Matius 28:
17. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
18. Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Janganlah ragu-ragu! Sembahlah Tuhan saja. Yesus Allah Yang Kekal, Penguasa Sorga dan Bumi!

Klik: Alkitab membuktikan Yesus Tuhan, Allah Yang Kekal!

Advertisements

setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri

Hakim-hakim 17:6 … setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Mulai dari pasal 17 Hakim-hakim menceritakan kekacauan di Israel. Kekacauan yang mungkin lebih mengerikan daripada apa yang terjadi di Sodom Gomora sebelum dihakimi Tuhan.

Dan ayat 17:6 ini memberikan alasan penyebab kekacauan ini. Hingga pasal terakhir, ayat ini diulang kembali mempertegas apa penyebab kekacauan ini, yaitu setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Hakim-hakim 21:25  … setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Padahal Musa sudah sangat wanti-wanti memperingatkan agar umat Israel mentaati perintah Tuhan.

Ulangan 11:26-28 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.
Ulangan 12:8 Jangan kamu melakukan apa pun yang kita lakukan di sini sekarang, yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar.

Hanya Tuhan sendiri saja yang berhak menetapkan tatacara beribadah kepada Tuhan yang benar. Bukan mau-maunya tiap manusia melakukan apa yang dipandang benar yang malahan seringkali melawan perintahNya.

Amsal 20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Setialah dan taatilah perintahNya dan jauhilah patung-patung yang dibenciNya.
Ketidaktaatanlah sumber utama kekacauan dunia ini dan menjauhkan manusia dari Sang Pencipta dan Hakim yang Adil.

“Setelah mati baru bisa tahu”: ini adalah tipuan iblis

Agar manusia bisa ditipu dibodohi dengan agama-agama palsu, maka iblis akan mengindoktrinasikan bahwa manusia tidak bisa tahu kehendak Tuhan, tidak bisa tahu mana yang benar-benar Firman Tuhan, dan tunggu setelah mati barulah kita tahu.

  • apakah Tuhan terlalu idiot sehingga kesulitan berkomunikasi dengan manusia?
  • atau manusia yang malas tidak mau mencari kehendak Tuhan sehingga bisa tertipu doktrin iblis

Tuhan memberikan logika dan akal sehat yang bisa digunakan untuk memeriksa menguji dan mencari data serta bukti. Dengan logika dan akal yang sama, detektif dan polisi bisa membongkar kasus-kasus kejahatan tanpa perlu hadir di lokasi, bahkan kadang-kadang kasus bisa terbongkar tanpa ada saksi.

Saya bahkan dengan mudah mengetahui jika anak saya menggunakan ponsel ibunya untuk mengirim pesan kepada saya. Dengan mengenal sedikit sifat istri dan anak, saya bisa segera mengetahui jika sms yang masuk bukan ditulis oleh istri.

Sepantasnya logika dan akal sehat kita gunakan untuk mencari yang mana yang benar-benar Firman Tuhan. Karena setelah mati sudahlah sangat amat terlambat dan tidak ada kesempatan menyesal apalagi memperbaiki kesalahan lagi.

Setelah kematian adalah penghakiman. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan orang yang didalam neraka, bahkan menyesalpun sudah tidak ada gunanya lagi.

Ibrani 9
27. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Beberapa orang bisa juga tertipu dengan tantangan ‘kalo bisa, coba bikin yang seperti ini’. Jika penulis seperti Harry Potter memberikan tantangan yang sama, apakah karena kita tidak bisa membuat tulisan seperti itu lalu otomatis tulisannya kita terima sebagai Firman Tuhan?

Jika setelah mati baru sadar dan menyesal bahwa kita mau saja ditipu oleh nabi palsu, itu sudah sangat amat terlambat.

Beberapa petunjuk yang bisa dipikirkan dengan logika dan akal sehat jika kita ingin mencari kebenaran:

  • agama yang benar tidak perlu dibela aparat pemerintah atau menggunakan kekuatan fisik. justru agama yang menggunakan kekuatan fisik atau otoritas pemerintah itu sangat amat mungkin jauh dari kebenaran.
  • kebenaran hanya dapat dibuktikan dengan data dan fakta, dari bukti-bukti sejarah dan ilmiah dengan menggunakan logika dan akal sehat.
  • jika ada dua kitab yang isinya bertentangan maka sangat amat pasti bahwa tidak mungkin keduanya adalah Firman Tuhan.
  • dari sedikit data sifat-sifat Tuhan yang bisa kita kenali dari alam ciptaanNya, bisa kita bandingkan dengan sifat Tuhan didalam tiap-tiap kitab.
  • sangat amat tidak mungkin di kitab yang satu Tuhan menyuruh kiblat kepada yang botak, lalu kitab lain menyuruh menghadap kotak, lalu kitab lain melarang semua itu.
  • sangat jelas hanya bisa satu saja yang benar
  • jika hanya satu yang benar berasal dari Tuhan, maka yang lain yang mengaku Tuhan jelas adalah berasal dari musuh.

Pikirkanlah! Sekarang!

Jangan mau ditipu iblis bahwa kita tidak punya kemampuan logika dan akal yang cukup untuk menyelidiki memeriksa dan mencari bukti-bukti.

Jangan mau terima KW1 apalagi KW2.

Carilah yang benar-benar asli otentik satu-satunya Firman Tuhan yang tidak ada kesalahan.

Sekali lagi, pikirkanlah dengan logika dan akal sehat, tanpa emosi:

  • Sangat amat tidak mungkin semua kitab yang bertentangan berasal dari Tuhan yang sama.
  • Jika hanya satu yang berasal dari Tuhan, maka yang lain sangat pasti adalah tipuan musuh.

Kebenaran vs Kepercayaan

kebenaran vs kepercayaan

Kepercayaan tidak menentukan kebenaran.

Kebenaran didapat dari pembuktian, pemeriksaan, penyelidikan atas data dan fakta.

Percaya matematika desimal 1+1=7 tidak hanya sesat, tapi sungguh sangat amat bodoh.

Percaya sms tipuan bahwa anak/ortu kecelakaan dan mentransfer biaya yang besar, tidak hanya bodoh tapi bisa bikin bangkrut.

Kasih yang benar membantu sesama mengungkapkan kesalahan-kesalahan agar orang tidak mudah tertipu dan sembarang percaya.

Pesan sms saja perlu diperiksa apakah benar dari anak/ortu yang butuh bantuan?

 

Apalagi pesan dari Tuhan, sangat amat penting diperiksa diselidiki untuk mengetahui benarkah Tuhan suka menipu dan memberikan banyak kitab suci yang saling bertentangan atau sengaja Tuhan mau manusia saling membunuh demi agama? (agama adalah penyebab utama dari banyak peperangan dan pembantaian masal)

Ataukah Tuhan hanya memberikan satu kitab, sedangkan yang lainnya tipuan si pendusta?

 

Berikut kisah detektif atheis yang menyelidiki data dan fakta dan menemukan bukti bahwa hanya alkitab saja satu-satunya firman dari Allah yang hidup, Pencipta dan Penguasa Alam Semesta:
http://coldcasechristianity.com/2015/yes-the-christian-worldview-is-supported-by-the-evidence/

 

Tipitaka mengatakan Maha Brahma yang berada di Jhana…

Tipitaka mengatakan Maha Brahma, yang berada di Jhana Pertama, Rupa Loka tingkat 14, BERHALUSINASI bahwa dia adalah Sang Pencipta yang Maha Tahu dan sesungguhnya tidak ada pencipta alam semesta.

Alkitab mengatakan:

Yohanes 1
1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3. Segala sesuatu DIJADIKAN oleh Dia dan tanpa Dia TIDAK ADA SUATUPUN yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Ada kontras dan pertentangan yang sangat jelas. Pasti dan Harus ada yang salah.

Sama halnya jika guru A mengatakan matematika desimal 1+1=2 sedangkan guru B mengatakan matematika desimal 1+1=3.

Ada kontras dan pertentangan yang sangat jelas. Pasti dan Harus ada yang salah.

Tidak mungkin ada orang yang cukup waras mengatakan kedua hal itu bisa sama-sama benar.
“Ini benar menurut saya, itu benar menurut kamu”, ini jelas bukan kebenaran, tapi tipu muslihat.

http://surgabenar.blogspot.com/search/label/tipitaka

Kebenaran adalah tetap dan objektif Kebenaran tidak berubah…

Kebenaran adalah tetap dan objektif. Kebenaran tidak berubah, tidak tergantung kepada pribadi tiap orang.

Matematika desimal 1+1=2 adalah kebenaran yang tetap dan objektif.
Walaupun ada guru yang mengajarkan 1+1=3 tidak akan merubah kebenaran bahwa 1+1=2.
Walaupun dulu orang percaya bumi itu datar, tidak merubah kebenaran bahwa bumi itu bundar.

Yesaya 40:22. Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Kalau ada hal yang subjektif, maka itu bukan kebenaran.

Kalau selera, sangat subjektif dan tergantung tiap-tiap orang. ada orang suka durian, ada yang membenci durian. ada yang suka warna biru dan ada yang membenci biru. ini subjektif dan bukan kebenaran.

Tidak ada guru yang terlalu bodoh mengatakan 1+1=3 adalah kebenaran menurut dia dan 1+1=2 adalah kebenaran menurut kamu.

Jika percaya dukun maka apa yang dikatakannya terjadi, jika tidak percaya maka tidak terjadi.
Maka jelas dukun itu tidak mengatakan kebenaran, melainkan tipu muslihat.

Jika percaya hantu maka ada hantu, jika tidak percaya hantu maka tidak ada hantu.

Maka jelas ada hantu itu jelas bukan kebenaran, melainkan tipu muslihat.