Seminar: Kedaulatan Allah dan Tanggung Jawab Manusia

  • Apakah keselamatan manusia tergantung pada pemilihan Allah saja?
  • Apakah Allah memilih manusia secara acak?
  • Apakah tidak ada tanggung jawab manusia dalam keselamatan?
  • Apakah manusia diselamatkan hanya oleh iman saja?
  • Apakah tidak ada perbuatan manusia yang membuatnya diselamatkan?
  • Apakah iman termasuk perbuatan?
  • Apakah menjaga tetap iman termasuk perbuatan?

Datang dan periksalah apakah pengajaran sesuai dengan alkitab?
Seminar: Kedaulatan Allah & Tanggung Jawab Manusia dalam Keselamatan

  • Rabu, 17 Agustus, di Jakarta, auditoriium GITS
  • Kontak untuk registrasi: 021-6471-4156 / 0816-1402354 /0897-972-8557
  • Jl. Danau Agung 2, No. 5-7, Sunter| Jakarta 14350, INDONESIA
  • Klik untuk peta: https://goo.gl/maps/uKUxj

 

Seminar Kedaulatan Allah

Advertisements

Persamaan mendasar agama duniawi

Apakah perbuatan baik dan amal dapat menyogok Tuhan?

“The underlying error… the belief that people can gain God’s favor by being good enough–is the central lie that dominates all false religion.” — John MacArthur

In pagan religions, worshipers are always trying to buy the gods’ favor, or, as it were, hire the gods as their employees, by promising to do this or that good work, or sacrificing this or that prize animal. And where does it get them?

In contrast to every  religion ever invented by man, Christianity teaches that we cannot hire God, we cannot buy His favor, there is no magic word or special kind of prayer that will compel Him to do our bidding.

Instead, His favor, His grace, our salvation, eternal life, forgiveness of sins–these are all free gifts, given by a sovereign God and paid for, paid for on the cross, by Jesus Christ the Son of God. God saves us; but when we reach for our wallets, we discover the bill has already been paid. By Jesus Christ.

At the root of it, Christianity is very simple. How simple? In Acts 16:30, during a crisis in which he was within an inch of taking his own life, the jailer in Philippi asks of Paul and Silas, temporarily his prisoners, “Sirs, what must I do to be saved?”

And they said, Believe on the Lord Jesus Christ, and thou shalt be saved, and thy house. (v.31)

And that’s the whole theology.

You couldn’t possibly do enough good works, sacrifice enough bulls or rams, donate enough money to the church, to earn, to deserve, eternal life. But God can give it to you. It’s as simple as that.

Kesalahan mendasar… bahwa manusia bisa mendapatkan kesukaan dari Tuhan dengan menjadi cukup baik – adalah pusat penipuan yang mendominasi semua agama palsu

Dalam agama pagan (semua yang sujud kepada benda ciptaan duniawi), penyembah selalu berusaha membayar untuk mendapat kesukaan dari Tuhan, atau membeli Tuhan untuk menjadi pekerja mereka, dengan menjanjikan untuk melakukan perbuatan baik ini dan itu, atau dengan korban binatang ini atau itu. Kemana itu membawa mereka?

Kontras dengan semua agama duniawi, Kristen dengan tegas mengajarkan kita tidak bisa menyogok Tuhan, membayar untuk menjadi kesukaan Tuhan, tidak ada mantera ajaib atau hapalan doa khusus supaya Dia melakukan keinginan kita.

Sebaliknya, kasihNya, rahmatNya, keselamatan kita, kehidupan kekal, pengampunan dosa, SEMUA adalah HADIAH, GRATIS diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa, dibayar lunas diatas kayu salib oleh Yesus Kristus Anak Allah. Tuhan menyelamatkan kita, bahkan ketika kita mengambil dompet, kita melihat bahwa tagihan (dosa) sudah dibayar lunas. Oleh Yesus Kristus.

http://barbwire.com/2016/03/11/pagans-and-christians/

Semua Agama ada Baik dan Buruknya

Katanya…

Semua Agama ada sisi baik dan sisi buruknya.

Setiap pilihan ada untung dan ruginya.

Semua orang ada bagus dan jeleknya.

Bahkan ada bohong putih yang baik dan menguntungkan banyak orang.

Tidak ada yang sempurna selain Tuhan.

Baik dan Buruk atau Benar dan Salah

Baik dan buruk, bagus dan jelek, untung dan rugi, semua hal ini adalah subyektif, artinya tidak ada ukuran yang pasti dan sepenuhnya tergantung pada pandangan dan perasaan tiap-tiap orang yang bisa berubah-ubah dan sangat amat tidak pasti.

Ada hal yang baik untuk saya tapi tidak baik untuk kamu. Ada hal yang bagus untuk dia tapi tidak bagus untuk saya. Ada hal yang menguntungkan kamu tapi malah bisa merugikan dia.

Benar dan Salah adalah hal yang obyektif. Artinya, berlaku sama dan tetap dan pasti bagi setiap dan semua orang.

Matematika desimal 1+1=2 adalah benar untuk semua orang. Benar bagi bayi yang tidak mengerti angka-angka. Benar bagi idiot yang tidak bisa mengerti. Benar bagi penipu yang sengaja salah hitung karena menguntungkan dia. Benar bagi yang tertipu yang tidak mau teliti memeriksa.

Tidak ada satu orang pun yang mau memakai logika dan akal sehat dengan sadar dan waras mau mengatakan matematika desimal 1+1=2 itu salah / tidak benar bagi dia.

Dan sangat sering sekali hal yang baik, bagus dan menguntungkan seseorang ternyata terbukti tidak benar.

Misalnya dalam kasus penipuan perhitungan yang sengaja salah hitung bisa baik, bagus dan menguntungkan bagi penipu.

Kesimpulan:

  • Baik / Buruk, Bagus / Jelek adalah penilaian yang subyektif, tergantung pandangan dan perasaan subyeknya.
  • Benar / Salah adalah penilaian yang obyektif, tidak tergantung pada pandangan, pendapat, perasaan ataupun kepercayaan subyek.

Tuhan Maha Baik

  • Seringkali manusia hanya suka hal yang dipandangnya baik (subyektif) dan menguntungkan dirinya sendiri
  • Seringkali manusia berhenti di titik ini dan tidak mau mengenal sifat-sifat Tuhan lebih dalam lagi
  • Sehingga seringkali timbul pertanyaan, mengapa Tuhan yang Baik membiarkan penyakit, kejahatan, atau bahkan menciptakan neraka?
  • Di titik ini banyak atheis tersandung dengan pertanyaan diatas dan tidak mau menyelidiki lebih lanjut
  • Bahkan di titik ini juga Russellisme (yang mengaku sebagai saksi Yehovah, JW) tersandung dan tidak mau mengakui keberadaan neraka
  • Kenalilah sifat-sifat Tuhan lebih dalam

Tuhan Maha Benar dan Sempurna

Continue reading

Selamat Karna Anugrah

177-Selamat-Karna-Anugrah

Efesus 2: 4. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5. telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 6. dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7. supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?

Berbagai jawaban agama dunia:

  • Terserah Tuhan, takdir, dipilih, ditentukan, predestinasi
  • Rajin ibadah (doa, sembahyang, kiblat, sujud, dst)
  • Amal, menyumbang (menyogok)
  • Perbuatan baik, menolong orang

 

Jawaban Alkitab:

Kisah 16:
30. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”
31. Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
32. Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
33. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
34. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Roma 10
9. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
11. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”