Ingatlah akan isteri Lot! Luk 17:32

Kejadian 19
22. Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
23. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
24. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
25. dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
26. Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Mengapa, bagaimana, kok istri Lot menoleh sebentar saja langsung menjadi tiang garam?
Mungkinkah karena dia terlalu santai, bukannya lari dari amukan murka Tuhan, malahan berjalan berlenggang dan mungkin sambil meratapi banyaknya harta yang harus dia tinggalkan di Sodom?

Berikut foto-foto korban gunung berapi Vesuvio, Pompeii tahun 79M, barangkali sedikit memberikan gambaran.

 

Vesuvio Vulcano Victims, Pompeii 79AD

calchi2

calchi1

ercolanopompei07

_1272171_vesuvius300

pompei_carbonized

Advertisements

Amal ibadah menebus dosa?

Benarkah pengajaran hampir semua agama yang mengajarkan amal ibadah perbuatan baik untuk menebus dosa?

Dapatkah seorang yang sangat amat super kaya raya dengan harta melimpah, sehingga dapat melakukan banyak amal ibadah yang melimpah dengan membagi-bagikan hartanya untuk menolong sesama, dapat menebus dosanya sehingga dia tidak perlu lagi mendapatkan hukuman??

Lalu bisakah perampok Robin Hood atau koruptor Gayus Tambunan menggunakan hasil koroupsi/rampokannya untuk amal perbuatan baik agar timbangannya positif? Adakah keadilan dapat diterapkan dengan cara ini? Keadilan bagi siapa? Keadilan bagi yang menerima pembagian hasil rampokan? Adakah keadilan bagi yang dirampok?

https://denny.wordpress.com/tag/penghakiman-adil/

Tuhan sendiri menjawab…

Mazmur
(49-7) mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?

(49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

(49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya–
(49-10) supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur.

Tuhan sebagai Hakim Yang Maha Adil

Salah satu perbedaan utama Alkitab dengan semua kitab-kitab ‘suci’ lainnya adalah bahwa HANYA di Alkitab saja yang jelas menampilkan Tuhan sebagai Hakim yang Maha Adil yang HARUS menghakimi semua dan setiap dosa.

Banyak agama-agama duniawi menampilkan Tuhan Yang Baik, bahkan beberapa universalisme menampilkan ‘tuhan’ yang dengan mudah mengampuni segala dosa tanpa penghakiman yang adil.

Banyak manusia biasanya dengan sangat gembira langsung menyambut kesesatan ini tanpa berpikir panjang.

Coba kita pikirkan dengan akal sehat dan logika…

Contoh di pengadilan manusia saja. Misal ada seorang hakim yang ‘baik’ yang tanpa pandang bulu ‘mengampuni’ semua pencuri, penjahat, perampok, pemerkosa dan pembunuh dan semua dibebaskan dari hukuman. Saya rasa tidak seorang pun yang mau menggunakan akal sehatnya mengatakan hakim ini hakim yang baik.

Beberapa agama lainnya menggunakan ‘timbangan’ untuk menimbang amal perbuatan baik versus perbuatan jahat. Dan ini pun berhasil menipu dan menyesatkan banyak orang.

Coba kita pikirkan sekali lagi dengan contoh hakim yang lain…

Misal ada hakim yang lain yang menimbang-nimbang amal perbuatan baik seseorang dengan kejahatannya. Mungkin seorang pencuri yang baik bisa dia bebaskan. Tapi…. bagaimana cara menimbangnya? Apakah ada timbangan yang bisa menimbang amal versus kejahatan? Apakah ukurannya?

Lalu bisakah perampok Robin Hood atau koruptor Gayus Tambunan menggunakan hasil koroupsi/rampokannya untuk amal perbuatan baik agar timbangannya positif? Adakah keadilan dapat diterapkan dengan cara ini? Keadilan bagi siapa? Keadilan bagi yang menerima pembagian hasil rampokan? Adakah keadilan bagi yang dirampok?

Hanya Alkitab saja yang jelas dan tegas menunjukkan Keadilan Penghakiman dari Tuhan yang Maha Adil.

https://denny.wordpress.com/tag/penghakiman-adil/

pengadilan adil

Semua Agama ada Baik dan Buruknya

Katanya…

Semua Agama ada sisi baik dan sisi buruknya.

Setiap pilihan ada untung dan ruginya.

Semua orang ada bagus dan jeleknya.

Bahkan ada bohong putih yang baik dan menguntungkan banyak orang.

Tidak ada yang sempurna selain Tuhan.

Baik dan Buruk atau Benar dan Salah

Baik dan buruk, bagus dan jelek, untung dan rugi, semua hal ini adalah subyektif, artinya tidak ada ukuran yang pasti dan sepenuhnya tergantung pada pandangan dan perasaan tiap-tiap orang yang bisa berubah-ubah dan sangat amat tidak pasti.

Ada hal yang baik untuk saya tapi tidak baik untuk kamu. Ada hal yang bagus untuk dia tapi tidak bagus untuk saya. Ada hal yang menguntungkan kamu tapi malah bisa merugikan dia.

Benar dan Salah adalah hal yang obyektif. Artinya, berlaku sama dan tetap dan pasti bagi setiap dan semua orang.

Matematika desimal 1+1=2 adalah benar untuk semua orang. Benar bagi bayi yang tidak mengerti angka-angka. Benar bagi idiot yang tidak bisa mengerti. Benar bagi penipu yang sengaja salah hitung karena menguntungkan dia. Benar bagi yang tertipu yang tidak mau teliti memeriksa.

Tidak ada satu orang pun yang mau memakai logika dan akal sehat dengan sadar dan waras mau mengatakan matematika desimal 1+1=2 itu salah / tidak benar bagi dia.

Dan sangat sering sekali hal yang baik, bagus dan menguntungkan seseorang ternyata terbukti tidak benar.

Misalnya dalam kasus penipuan perhitungan yang sengaja salah hitung bisa baik, bagus dan menguntungkan bagi penipu.

Kesimpulan:

  • Baik / Buruk, Bagus / Jelek adalah penilaian yang subyektif, tergantung pandangan dan perasaan subyeknya.
  • Benar / Salah adalah penilaian yang obyektif, tidak tergantung pada pandangan, pendapat, perasaan ataupun kepercayaan subyek.

Tuhan Maha Baik

  • Seringkali manusia hanya suka hal yang dipandangnya baik (subyektif) dan menguntungkan dirinya sendiri
  • Seringkali manusia berhenti di titik ini dan tidak mau mengenal sifat-sifat Tuhan lebih dalam lagi
  • Sehingga seringkali timbul pertanyaan, mengapa Tuhan yang Baik membiarkan penyakit, kejahatan, atau bahkan menciptakan neraka?
  • Di titik ini banyak atheis tersandung dengan pertanyaan diatas dan tidak mau menyelidiki lebih lanjut
  • Bahkan di titik ini juga Russellisme (yang mengaku sebagai saksi Yehovah, JW) tersandung dan tidak mau mengakui keberadaan neraka
  • Kenalilah sifat-sifat Tuhan lebih dalam

Tuhan Maha Benar dan Sempurna

Continue reading