Kehendak bebas membuktikan keberadaan Allah

Mungkinkah kehendak bebas timbul begitu saja?
Bagaimana seorang detektif pembunuhan memeriksa bukti dan data dan mendapatkan bahwa kehendak bebas sebagai satu bukti kuat keberadaan Allah Pencipta Semesta Alam.

Sangat amat banyak atheis menolak adanya kehendak bebas. Bahkan yang mengaku ‘kristen’ kalvinis tidak menyadari bahwa dengan menolak adanya kehendak bebas, mereka sebenarnya menolak bukti kuat keberadaan Allah sendiri.

Did Free Will Simply “Emerge”?

Suatu hari di Bandar Alkitabiah.org

Setelah stress di Kafetaria Kalvin, sekarang kita mengunjungi Bandar Alkitabiah.org

predestinasi alkitabiah.org

Alkitabiah: Selamat siang, kami ada promo, HANYA JIKA anda membeli Roti Kebenaran,
anda dipredestinasikan untuk mendapat Air Kehidupan sepuasnya refill.
Selain itu, dipredestinasikan mendapat Cawan Murka Allah

Hanya ada 2 pilihan:

  • Yesus Kristus yang adalah Kebenaran yang memerdekakan, Injil yang menyelamatkan jiwa dari hukuman kekal
  • Semua pilihan lain sangat amat pasti akan mendapatkan Cawan Murka Allah yang Maha Adil yang harus menghukum setiap dosa.

Yoh 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh HIDUP yang KEKAL, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia TIDAK AKAN melihat hidup, melainkan MURKA Allah tetap ada di atasnya.

Suatu hari di Kafetaria Kalvin

Calvin(ist) Cafe

Kalvinis: Mau pesan apa?

Pelanggan: Pesan Nasi Goreng dan Es Kelapa donk…

Kalvinis membawa pesanan: Ini Burger dan Lemon tea

Pelanggan kebingungan: Tapi itu bukan pesanan saya

Kalvinis: Maaf, anda sudah di predestinasikan untuk mendapat Burger dan Lemon tea
dan harganya dua ratus ribu dan kami hanya menerima cash

 

whosoever! believeth in him should not perish, but have everlasting life

The universality of the offer of mercy is also here. It is a “whosoever” message, and what does “whosoever” mean? A gentleman came one time to my former home city and took an entire week for a series of lectures on John 3:16. During that time, he labored every night to prove that the world that God loved was the world of the elect and that “whosoever” was simply the “whosoever” that God had chosen from the foundation of the world. No wonder it took him a week to try to make out that kind of a thing. Any child can see the difference between a doctrine like that and that which is revealed in this text. Any one of school age knows the meaning of “whosoever.”

You may have heard the story of the old Scotchman who had been brought up with the idea that God had predetermined just so many people to be saved, and all the rest were created to be damned. He felt that he ought to be willing to say, “O God, if it is Thy will to damn me, I do not want to be saved”; but he did want to be saved and was in the deepest agony of soul about it. But still they all said, “If you are not one of the elect, you cannot be saved.”

One day he was out in the field plowing, when he found a piece of paper with a large text on it. He tried to spell it out, but he was not very good at reading, and so he read slowly: “For—God—so—loved—the—world—that—he—gave—his—only—be-got-ten—Son—that—who-so-ever.” He wondered what that meant, but as he did not know, he passed on to the next part. “That—who-so-ever—be-liev-eth—in—him—should—not—perish—but—have—ever-last-ing—life.”

“Man !” he said, “here’s good news for somebody. God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that who-so-ever! I wonder who is meant by that word. Here is somebody who can have everlasting life, elect or not elect.” And while he was pondering the question, he saw a lad going by with a bunch of books under his arm. He called to him, “Here, laddie, can ye read ?”

“Aye, that I can,” he replied.

“Well, will you read this ?”

Wanting to impress the old man with his great ability, the boy read like a race horse; “For God so loved the world that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.”

“O laddie, laddie, don’t read it so fast; read it again, and read it slowly so I can get every word, and be careful with that long word,” said the old man. And so the boy read it again.

“Does it really say there that somebody can be saved by just believing?” the old man asked. “What does that long word mean?”

“Oh,” said the boy, “whosoever means you, or me, or any other body; but there goes the bell, I have to run,” and away he went.

The old man stood there, and read it again, “For God loved the world, that he gave his only begotten Son, that you, or me, or any other body believeth in him, should not perish, but have everlasting life.”

“Man !” he said, “that’s good news for a sinner like me; I don’t need to find out whether I am elect or not,” and he dropped down between the plow handles, and there confessed himself a sinner for whom Jesus died. He took God at His word, and his soul was saved.

— Harry Ironside
http://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=17780

Kamu gak ngerti Kalvinisme

Ini kalimat yang cukup sering terdengar dalam perdebatan dengan orang-orang kalvinis.

Kalimat ini begitu sangat ‘encer’ sehingga sangat sering dan mudah ditumpahkan kepada orang-orang non-kalvinis.

Mereka lalu akan memberikan lusinan nama-nama, buku-buku, artikel yang ‘harus’ kita baca untuk mengerti kalvinisme.

“Coba baca Spurgeon, Jonathan Edward, John Owen, bla… bla… dsb… dst…”

Spurgeon, Jonathan Edward, John Owen, dsb, dst… tiap-tiap mereka masing-masing mempunyai pendapat dan penafsiran mereka sendiri tentang kalvinisme.

Misalnya Spurgeon mengatakan “hyper-kalvinisme” tidak benar dan sesat. Walaupun di dunia ini tidak ada seorangpun yang mengakui dirinya sebagai hyper-kalvinisme. Dan dari definisi hyper-kalvinisme yang didapatkan dari Spurgeon malahan menunjuk langsung, cocok dan kompatibel dengan pengajaran dari buku Institution karangan John Kalvin sendiri.

Jadi, sebenarnya Spurgeon secara tidak langsung menunjuk John Calvin sebagai hyper-kalvinisme dan sesat.

Lalu pandangan kalvinisme yang mana yang benar? Tidak ada seorangpun, kalvinis ataupun non-kalvinis yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan ini.

Apakah pengajaran Stephen Tong yang benar kalvinis? Sepertinya Budi Asali yang mengaku sebagai kalvinis sejati tidak menyetujuinya.

Apakah pengajaran Spurgeon bisa disebut kalvinisme? Karena pengajaran kalvinisme Stephen Tong berbeda dengan Budi Asali, Spurgeon berbeda dengan John Owen, dst, dimana standar dan ukuran untuk menjawab bagaimana pengajaran kalvinisme yang benar??

Tentu saja dari buku Institution karangan John Kalvin sendiri yang bisa menjadi patokan apa dan bagaimana kalvinisme itu.

Silakan baca beberapa bab buku Institute of Christian Religion karangan John Calvin disini:

https://truelyfanatic.wordpress.com/tag/calvinism/

Injil Tipu Muslihat

Kisah 16:
30. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”
31. Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Roma 10:
10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
11. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

Injil, Kabar Baik yang Tuhan beritakan untuk SELURUH dunia, SEMUA orang, jika mau, bertobat dan percaya akan Tuhan Yesus yang SUDAH menebus semua dosa SEMUA manusia, maka dia mendapatkan hidup yang kekal.

Tapi iblis sangat amat rajin memutarbalikkan firman Tuhan dengan menambah / mengurangi injil mengatakan:

  • Kabar baik hanya untuk orang pilihan
  • Tuhan Yesus hanya menebus orang pilihan
  • Hanya orang pilihan yang dipilih secara pribadi yang bisa bertobat
  • Hanya orang pilihan yang dipilih secara pribadi yang bisa percaya
  • Orang bukan pilihan tidak sanggup mengerti injil
  • Orang bukan pilihan tidak bisa bertobat
  • Orang bukan pilihan tidak bisa percaya
  • Orang bukan pilihan sudah ditetapkan sejak awal untuk binasa, untuk dilempar ke neraka
  • Jumlah orang pilhan sudah tetap dan pasti dan tidak akan berubah bagaimanapun rajin/malas orang memberitakan injil
  • Tuhan sendiri yang sudah menetapkan segala dan setiap perbuatan dan pikiran setiap manusia, termasuk segala kejahatan dan setiap dosa manusia sudah ditetapkan oleh Tuhan

Dan aneh sekali mereka tidak pernah jujur membeberkan injil mereka dengan lengkap kepada korban mereka. Di mulut, bunyi injil mereka sepertinya sama dengan injil yang benar. Tapi didalam hati mereka menyembunyikan fakta bahwa kalo yang diinjili ini bukan orang pilihan, mereka tidak akan sanggup mengerti berita yang mereka kabarkan.

Apakah Tuhan Yesus tidak menebus orang-orang binasa?

Petrus dengan sangat amat jelas mengatakan Tuhan Yesus sudah menebus mereka yang binasa.

2Petrus 2
1. Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Hanya satu injil yang benar. Pertimbangkanlah! Yang mana yang benar??
Tuhan menebus orang pilihan saja? Tuhan menetapkan kejahatan dan dosa?
Ataukah Tuhan Yesus SUDAH menebus SEMUA dan SETIAP manusia, bahkan sudah menebus mereka yang memilih menolak injil dan mendatangkan kebinasaan atas diri mereka sendiri??

Jangan bersabar dengan penyesatan injil lain!

2Korintus 11
4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Refs: